Gotong royong adalah salah satu budaya bangsa yang membuat Indonesia,
dipuji oleh bangsa lain karena budayanya yang unik dan penuh toleransi
antar sesama manusia.Ini juga
merupakan salah satu faktor yang membuat Indonesia bisa bersatu dari
Sabang hingga Merauke, walaupun berbeda agama, suku dan warna kulit.
Ciri khas bangsa Indonesia salah staunya adalah gotong royong, kita
mengetahui bahwa modernisasi dan globalisasi melahirkan corak kehidupan
yang sangat kompleks, hal ini seharusnya jangan sampai membuat bangsa
Indonesia kehilangan kepribadiannya sebagai bangsa yang kaya akan unsur
budaya. Akan tetapi dengan semakin derasnya arus globalisasi mau tidak
mau kepribadian tersebut akan terpengaruh oleh kebudayaan asaing yang
lebih mementingkan individualisme.Sesungguhnya budaya gotong-royong
merupakan kekuatan besar budaya masyarakat yang perlu dikembangkan terus
di negeri ini”.
Kaum pria sibuk mengaduk semen dan pasir, menyiapkan batu bata, kayu dan paku-paku.Ada
juga beberapa pria yang membersihkan lahan. Sebelum dibersihkan, lahan
itu diratakan dulu. Kaum wanita, ibu-ibu, menyiapkan makanan, kopi dan
teh. Semua sibuk mengambil bagian dalam pekerjaan itu di daerah
perbukitan suatu kampung bernama Kampung Bukit, di kawasan Rumbai, tidak
jauh jauh dari kota Pekanbaru. Tidak ada orang yang ngobrol atau pun
berlagak seperti bos yang pekerjaannya hanya memerintah. Semua orang
yang hadir ambil bagian dalam pekerjaan itu. Setiap individu mungkin
merasa risih bila tidak turut berpartisipasi. Mereka semua memiliki
perasaan ingin melayani, dan ingin meringankan beban sesama warga.
Mereka bersama-sama mendirikan rumah bagi seorang warga di desa mereka.
Budaya gotong-royong sudah menjadi bagian dari kehidupan mereka
sehari-hari.
Kisah itu adalah gambaran kehidupan warga Indonesia puluhan tahun
lalu di suatu kawasan bernama Rumbai di pulau Sumatera. Masa kini
tersedia beragam wadah organisasi/ lembaga formal unuk kegiatan sosial
dan pengembangan masyarakat. Wadah itu dapat dioptimalkan untuk
menjalankan dan memperkuat kembali budaya gotong-royong. Ada Organisasi
Kemasyarakatan (ORMAS), ada pula Yayasan, Lembaga Swadaya Masyarakat
(LSM) dan Koperasi.
Lembaga yayasan adalah badan hukum yang ditujukan untuk melakukan
berbagai kegiatan di bidang kemanusiaan, sosial, budaya, agama dan
kemasyarakatan. Dalam lembaga yayasan tercermin keinginan pemerintah
untuk memberikan peluang sebesar-besarnya bagi warga berbagai kelompok
masyarakat untuk melakukan kegiatan pelayanan, pendidikan dan
pengembangan dalam rangka pembangunan masyarakat yang sehat jasmani dan
rohani.
Bila Anda bersama teman-teman mendirikan yayasan, sebaiknya fokuskan
diri pada misi pelayanan, disertai dengan semangat gotong-royong, agar
yayasan itu bermanfaat bagi masyarakat luas. Dengan penerapan semangat
gotong- royong, Anda sekaligus mendidik warga masyarakat agar
menumbuhkan kembali budaya gotong- royong yang sudah mulai terkikis
habis oleh perkembangan zaman. Penggunaan yayasan hanya sebagai simbol
atau tampilan agar kelihatan menarik di mata masyarakat atau mencari
popularitas dengan beragam kegiatan heboh yang menghambur-hamburkan dana
yayasan, sangatlah tidak tepat. Yayasan mestinya bukanlah sarana untuk
kumpul-kumpul, ngerumpi atau pesta makan bersama. Tetapi, yayasan adalah
wadah untuk melayani… wadah untuk berbuat bagi masyarakat. Yang
menjadi ukuran dalam pengembangan yayasan adalah seberapa besar perannya
dalam melayani, menolong, mendidik dan mengembangkan masyarakat.